Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 20 Mei 2015 20:58 WIB

Demonstran Kecewa, BEM SI Tak Ikut Demo Usai Bertemu Jokowi

Jakarta, HanTer - Puluhan massa demosntran menggelar aksi di depan gedung MPR/DPR dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 20 Mei. Aksi ini tidak seperti yang diprediksi banyak pihak, yang mengatakan akan ada puluhan ribu massa yang akan berdemo digedung DPR.
 
Terdapat dua gelombang aksi yang berada di gedung DPR, pertama aksi yang berada di pintu masuk yang berada di sebelah kiri gedung DPR, dan aksi yang berada di pintu gerbang sebelah kanan DPR.
 
Adapun aksi yang berada di sebelah kiri gerbang pintu masuk DPR menamakan dirinya sebagai Komando Barisan Rakyat (Kobar).
 
Dalam aksinya, Kobar sempat melakukan pembakaran ban. Namun tak lama kemudian, ban tersebut langsung dipadamkan oleh petugas keamanan.
 
"Jokowi-JK merupakan rezim gagal. Kita anggap gagal karena kenaikan harga BBM yang tidak menentu, yang menyentuh kehidupan masyarakat langsung," kata Sekjen Kobar Syarif Hidayatullah di depan Gedung DPR, Rabu (20/5/2015).
 
Kemudian, aksi yang berada disebelah kanan pintu gerbang DPR meneriakkan yel-yel, "Turunkan Jokowi, Turunkan Jokowi, Turunkan Jokowi".
 
Dia pun kecewa dengan para Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang urung turun ke jalan setelah pertemuan dengan Presiden Jokowi beserta perwakilan berbagai perguruan tinggi, organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan organisasi kemahasiswaan. Dia menilai hal itu merupakan sebab tidak adanya demo mahasiswa hari ini.
 
"Ya kami kecewa dengan mahasiswa yang katanya mau bergabung. Tapi hari ini kami tetap berdemo walaupun dengan jumlah massa yang sedikit," cetusnya.
 
Tidak seperti era SBY lanjut dia, para mahasiswa bersatu turun kejalan, saat kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Padahal kenaikan harga minyak tidak sebesar di era Jokowi saat ini.
 
"Jokowi-JK merupakan rezim gagal. Kita anggap gagal karena kenaikan harga BBM yang tidak menentu, yang menyentuh kehidupan masyarakat langsung," tandasnya.
 
Seperti diketahui, sehari sebelum Harkitnas, Jokowi mengundang pengurus BEM berbagai Perguruan Tinggi, HMI dan organisasi lainnya. Hal ini dinilai, merupakan upaya untuk meredak aksi para mahasiswa. Selain itu, relawan Jokowi pun juga sempat dikumpulkan di Cibubur beberapa waktu lalu, guna mencegah hal yang serupa.
 
Sementara itu, berbeda dengan sikap BEM SI yang menolak melakukan aksi demonstrasi hari ini, sekelompok mahasiswa lain justru turun untuk melakukan unjuk rasa. Salah satunya ialah yang mengatasnamakan diri Koalisi Pergerakan Mahasiswa Indonesia (KPMI) yang melakukan aksi di depan Istana Negara.
 
"Kita enggak mengatasnamakan BEM. Kita mengatasnamakan koalisi mahasiswa Indonesia," kata salah satu peserta aksi, Rahmat Moni.
 
KPMI sendiri terdiri dari mahasiswa gabungan dari Universitas Bung Karno (UBK), Universitas Ibnu Khaldun, dan lain-lain. 
 
Menurut Rahmat, beda sikap dengan BEM soal demo hari ini hanya soal semangat semata. "Ini semangat saja, besok juga kita turun," ujar Rahmat.
 
Selain KPMI, sejumlah elemen mahasiswa yang tergabung dalam kelompok lain juga berdatangan ke depan Istana Negara. Beberapa yang disuarakan ialah seputar kritik terhadap pemerintahan Jokowi-JK, masalah BBM, pemerintahan, sumber daya alam, dan juga soal institusi Polri. Saat ini, mahasiswa mulai berkumpul di depan Istana Negara.
 
Demo di depan istana pun sempat memanas karena mahasiswa membakar ban bekas. Polisi pun sempat mengingatkan agar mahasiswa segera mamadamkan api tersebut namun mahasiswa yang tidak mengindahkan peringatan tersebut malah menendang-nendang ban tersebut hingga apinya makin membesar.
 
Polisi pun akhirnya harus memukul mundur mahasiswa karena berusaha menarik kawat duri yang diletakan pihak kepolisian di depan istana. Meski sempat terjadi adu dorong tidak ada korban luka dalam kejadian ini.


(Mirza)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats