Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 13 Mei 2016 18:06 WIB

Donal Fariz : Caketum Golkar Harus Clean And Clear Dari Persoalan Hukum

Jakarta - Hanter, Divisi Korupsi Politik ICW, Donal Fariz menyarankan para kader Golkar agar memilih calon ketua umum yang memiliki rekam jejak yang bersih, terutama dari kasus korupsi.
 
"Tentu ini menjadi prasyarat paling dasar, karena dari dokumentasi kami dan KPK kader Partai Golkar merupakan partai salah satu partai yang banyak kadernya terjerat kasus korupsi. Sehingga prasyarat Caketum Golkar harus clean and clear dari persoalan hukum dan harus menjadi hal mendasar untuk pembenahan internal partai.  Kader terkait dengan persoalan hukum bisa dilakukan lebih maksimal bukan hanya slogan saja," katanya di Jakarta.
 
Selanjutnya yang kedua, dia melanjutkan, selain clean and clear, Caketum Golkar juga harus memiliki visi membangun partai yang modern. Partai modern, menurutnya, adalah partai yang punya konsep membangun sistem pendanaan yang transparan,  akuntabel, dengan sumber yang jelas dan tidak mewakili kelompok oligarki.
 
"Salah satu permasalahan partai di Indonesia adalah oligarki partainya. Dengan membangun partai yang modern, hal ini bisa dilakukan untuk membangun partai dengan memperbaiki pola dalam kaderisasi," terangnya.
 
Ketika ditanya apakah perlu Komisi Pemberantasan Hukum (KPK) memantau langsung pemilihan ketua umum Golkar pada Munaslub ini, Donald setuju. Menurutnya episentrum korupsi politik sebenarnya terjadi dari kegiatan seperti ini. Tidak hanya pemantauan di hari H Munaslub saja, tetapi justru hal menyimpang terjadi di proses-proses awal.
 
Selain itu, merupakan tugas KPK, apakah ada caketum yang memberikan uang kepada pemilih yang juga adalah pejabat publik dan penyelenggara negara, mereka bisa dijerat dengan pasal dengan pasal-pasal tindak pidana korupsi.
 
"Keberadaan KPK di dalam Munaslub tidak melanggar aturan. Jjustru jika Golkar membuka diri KPK masuk dalam proses-proses pengawalan, ini akan terlihat. Bagi orang yang ingin membangun partai bersih, ini sesuatu yang positif. Tetapi, bagi orang yang ingin menjadikan politik transaksional dengan jual-beli suara, ini adalah sesuatu yang mengganggu," tandasnya


(LTG)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats