Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 24 November 2016 23:02 WIB

DPP Mahasiswa Muhammadiyah Serukan Kader Turun Aksi 212

Jakarta, HanTer – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) meminta aparat penegak hukum untuk tak menghalang-halangi masyarakat untuk menggelar aksi damai lanjutan pada 2 Desember mendatang, terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM), Taufan Petrov Korompot mengatakan, aksi damai lanjutan ini murni untuk menyuarakan keadilan hukum. Namun, apabila ada tudingan miring, hal tersebut sangat disayangkan dan patut diduga upaya memecah belah masyarakat.

“Kami menilai saudara Basuki (Ahok) ini ancaman bagi keberagaman dan kebhinekaan. Indonesia terancam perpecahan karena Ahok seorang. Jadi jika ada yang persepsikan lain, perlu dipertanyakan akal sehatnya,” kata Taufan dalam konferensi pers bersama tujuh mantan Ketum IMM di Gedung PP Muhamaddiyah, seperti ditulis Kamis (24/11/2016).

Apalagi, lanjut dia, belakangan muncul tudingan makar terhadap rakyat yang ingin menyuarakan keadilan dan kebenaran, sebagai bagian dari pilar demokrasi Freedoom of Specch yang sudah diatur dan dilindungi UU . “Ini semakin memperlihatkan aparat kepolisian sangat politis dan kecenderungannya berpihak pada kelompok tertentu,” tuturnya.

Ia juga mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri untuk menahan Ahok yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus penistaan agama. “Kenapa kalau kasus penistaan Alquran, semuanya langsung ditahan? Sementara saudara Ahok tidak ditahan. Bahkan berkoar-koar ke mana-mana‎ menimbulkan keresahan,” keluhnya.

Sementara itu, mantan Ketum DPP IMM, Ton Abdillah Has mengatakan, kekhawatiran pemerintah dan aparat terkait aksi massa yang rawan ditunggangi kepentingan jangan dibesar-besarkan. “Jangankan demonstrasi ribuan massa, yang ratusan saja pasti rawan ditunggani. Tapi ini jangan dijadikan alasan (untuk melarang aksi),” tegasnya.

Apalagi, lanjut dia, aksi tanggal 2 Desember mendatang adalah sesuatu yang rasional. Sebab, semua pelaku kasus penistaan agama yang selama ini terjadi di Indonesia selalu ditahan, sedangkan dalam kasus Ahok tidak.

“Silahkan cek di Goolge, semua kasus penistaan agama (pelaku) ditahan aparat kepolisian. Mengapa dalam kasus ini tidak?” ujarnya.

Sementara itu, dalam pernyataan bersama IMM, diserukan kepada satu juta mahasiswa yang terwadahi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) untuk bergabung dalam aksi unjuk rasa 2 Desember 2016.  “Kami tidak main-main dan tidak sekadar gertakan, sejuta mahasiswa Muhammadiyah akan ikut dalam Aksi Bela Islam tiga,” tegas mantan Ketum DPP IMM Tahun 2014-2016 Beni Pramula.

 

 


(Arbi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats