Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Desember 2016 11:52 WIB

Ridwan: Jangan Sampai Kita Dicaplok China

Jakarta, Hanter - Ketua Yayasan Renaissance Foundation Ridwan Saidi, mengingatkan pemerintahan Jokowi-JK mewaspadai pencaplokan wilayah Indonesia oleh China. Ridwan mencurigai China sudah memasuki wilayah-wilayah strategis di Tanah Air. Mulai dari Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali, hingga Maluku. Ada yang menyamar sebagai pekerja dan wisatawan.

"Diduga China ingin ‘menguasai’ Indonesia dengan jalan mengirim warganya yang menyamar sebagai pekerja dan wisatawan,” ujar Ridwan Saidi, saat dihubungi di Jakarta, Selasa (7/12/2016).

Ridwan mengingatkan, jika hal ini tidak segera diantisipasi, dalam beberapa tahun ke depan semua sektor, mulai dari perekonomian, teknologi, hingga pemerintahan di Indonesia bakal disetir Cina.

"Saya sebagai warga negara Indonesia, punya keluarga anak dan cucu merasa berkewajiban mengingatkan pemerintah," katanya.

Beri Kemudahan

Sementara itu Presiden Gerakan Pribumi Indonesia, Bastian P Simanjuntak mengemukakan, ada sejumlah isu meresahkan publik yang beredar saat ini. Isu itu antara lain, keterlibatan RRC dalam proses pemenangan Ahok di Pilkada 2017, kebijakan pemerintah menghilangkan kewajiban Visa untuk 169 negara termasuk negara China, dan mengundang 10 juta turis asal China.

Selain itu, adanya informasi di sosial media terkait security atas e-ktp dimana chip e-ktp tersebut di impor dari China, adanya anggapan Jokowi memberikan kemudahan dan keuntungan yang lebih besar kepada negara RRC dalam kerjasamanya dengan Indonesia, seperti bunga pinjaman tinggi, kewajiban kontraktor berasal dari Cina, material berasal dari Cina dan tenaga kerja berasal dari Cina.

“Menurut saya semua informasi yang berkembang diranah publik ini harus dijelaskan oleh Presiden agar publik tidak resah,” kata Bastian dikutip sebuah group WA.


(Sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats