Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Desember 2016 12:06 WIB

3 Guru Meninggal, Total Korban Tewas Gempa Aceh Jadi 97 Orang

Jakarta, Hanter - Jumlah korban tewas akibat gempa gempa bumi 6,5 SR di Pidie Jaya, Aceh, hingga Rabu (7/12/2016),  mencapai 97 orang.

“Jumlah korban tewas diperkirakan masih akan terus bertambah karena petugas masih melakukan evakuasi korban,” kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Willem Rampangiley, Rabu (7/12/2016).

Willem menambahkan, jumlah korban luka juga bertambah. "411 orang luka berat dan 125 orang luka ringan," katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam siaran persnya mengatakan, gempa juga merobohkan 105 ruko, dan merusak 123 rumah.

"14 masjid rusak berat hingga roboh, satu unit sekolah roboh dan RSUD Pidie Jaya rusak berat," kata Sutopo.

Gempa bumi mengguncang Pidie Jaya sekitar pukul 05.03 WIB berpusat di kedalaman 15 kilometer dan terletak di 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh. Gempa itu mengakibatkan sejumlah bangunan roboh dan rusak berat.

Tiga Guru Meninggal

Dilaporkan, puluhan sekolah yang terdiri atas 19 sekolah dasar (SD), 11 sekolah menengah pertama (SMP) dan satu sekolah menengah atas (SMA) mengalami kerusakan akibat gempa  tersebut.

"Sementara, ada tiga pendidik dan tenaga kependidikan yang meninggal dunia yakni Ibu Sakdiah Guru SDN 1 Trienggadeng, Ibu Rita Zahra Guru TK dan Pak Basri Penjaga Sekolah SMAN 1 Trienggadeng," ujar Staf Khusus Mendikbud Bidang Komunikasi Publik, Nasrullah, di Jakarta, Kamis.

Nasrullah menjelaskan hari Kamis, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menjenguk korban dari kalangan siswa dan guru yang menjadi korban gempa bumi itu. "Kemdikbud juga memastikan sekolah terdampak gempa segera direnovasi agar bisa dipakai".

Pihak Kemdikbud memperkirakan jumlah sekolah yang rusak akibat gempa akan semakin bertambah.

Wanita Hamil

Gempa juga menewaskan seorang ibu hamil tujuh bulan. "Almarhum sedang hamil dan masuk bulan ketujuh," kata Sekretaris Gampong (desa) Kuta Pangwa, Kecamatan Tringgadeng, Pijay Zulkifli dengan mata berkaca, sembari menunjuk jenazah korban yang terbujur kaku diantara jenazah korban lainnya.

"Desa ini saja korban yang meninggal keseluruhan 15 orang, satu diantara ibu hamil dan anak-anak, serta orang diwasa," katanya lagi.

Diantara korban meninggal gempa itu, pasangan suami istri, Jailani (60) dan Faridah (55) tertimbun reruntuhan rumah toko (ruko) empat lantai yang ia tempati di Jalan Banda Aceh - Medan, Gampong (desa) Seukon Baro.


(Antara/Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats