Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 08 Desember 2016 14:23 WIB

Tajuk: Yuk Kita Bantu Korban Gempa Aceh

Gempa bumi berkekuatan 6,5 Skala Richter mengguncang wilayah Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016). Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, korban tewas  97 orang,   411 orang luka berat dan 125 orang luka ringan.  

Ucapan bela sungkawa pun mengalir dari seantero negeri dan sejumlah negara. Seluruh anak negeri berdoa agar korban tewas diterima disisiNYA, dan mereka yang menderita luka segera disembuhkan.

Tak hanya itu, berduyun-duyun warga memberikan bantuan serta melakukan pencarian terhadap korban gempa yang kemungkinan masih tertimbun direruntuhan bangunan. Evakuasi terhadap korban pun dilakukan dengan cepat, dan bantuan berupa uang dan material langsung dihimpun untuk diserahkan kepada seluruh korban.

Semua bersatu dan bersama dengan semangat kemanusiaan untuk membantu saudara-saudara kita yang teertimpa musibah. Ayo kita ulurkan  tangan untuk memberikan bantuan kepada saudara-saudara kita di Aceh.

Namun kita bersyukur gempa di Aceh tidak menimbulkan tsunami seperti yang terjadi beberapa tahun lalu. Gempa bumi memang tak terelakkan, apalagi negara seperti Indonesis yang berada di wilayah Cincin Api dan pertemuan tiga lempeng besar dunia. Bisa dikatakan, setiap saat kita harus siap menghadapi gempa atau letusan gunung berapi.

Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 157 juta jiwa penduduk Indonesia di 386 kabupaten dan kota bermukim di wilayah-wilayah yang rawan gempa bumi dan bencana alam lain, dan wilayah Indonesia Timur lebih berisiko.

Dari jumlah itu, 148,4 juta jiwa penduduk Indonesia terpapar langsung bahaya gempa Bumi dan 3,8 juta jiwa terpapar bencana tsunami.

Negeri ini memang berada di wilayah rawan gempa. Maka, perlu ditingkatkan upaya penyelamatan diri dari warga negara sendiri.
Satu hal yang perlu diingat, perlunya mitigasi, upaya meminimalkan dampak bencana. Hal ini hanya mungkin jika kita cukup banyak melakukan simulasi menghadapi bencana, mengadakan latihan yang memadai, bagaimana penduduk harus bertindak jika ada sirine tanda bahaya.

Kita berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana menggiatkan upaya penyadaran warga, lebih-lebih di daerah yang kita kenali rawan bencana. Untuk gempa bumi, kita sebatas bisa mengantisipasi, membuat bangunan tahan gempa, dan membenahi tata ruang. Untuk gunung api, banjir, dan tanah longsor, kita bisa berbuat lebih baik.

Musim hujan masih berlangsung, mari kita siapkan diri agar tidak kedodoran saat hujan lebat datang menerus. Mumpung masih ada waktu, ingatkan masyarakat, periksa sungai, dan giatkan pemantauan.

Potensi gempa terus kita waspadai. Apalagi saat ini musim hujan belum berakhir. Diperlukan kewaspadaan akan potensi banjir dan longsor. Dalam kaitan ini, keterampilan penanggulangan bencana perlu kita asah sepanjang waktu. Tepat pesan Presiden Joko Widodo kepada Kepala BNPB untuk turun ke lapangan. Tentu ini dimaksudkan agar kondisi riil segera bisa diketahui.

Tentu kita meminta agar petugas penyelamat seperti Badan SAR Nasional (Basarnas) dan pihak terkait bisa bekerja dengan cepat terutama untuk mengevakuasi korban yang masih terperangkap.

Kita semua berduka, dan nyatakan turut berbela sungkawa atas meninggalnya korban akibat gempa yang melanda Aceh. Mudah-mudahan arwah para korban diterima Allah. Mari kita singsingkan lengan untuk membantu saudara-saudara kita di Aceh.


(***)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats