Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 27 Desember 2016 12:56 WIB

Penggunaan Dana CSR Pemprov DKI Dipertanyakan

Jakarta, HanTer - Pembangunan jalan inspeksi dan normalisasi di DKI Jakarta senilai  Rp392, 6 Miliar dipertanyakan berbagai pihak. Selain tanpa audit yang jelas, banyak pembangunan terkesan asal jadi. Dampaknya, belum setahun terbangun, banyak jalan dan tanggul yang sudah rusak. 

Disisi lain, Dinas Tata Air dan Dinas Bina Marga selaku otoritas yang menangani bidang jalan itu angkat tangan. Mereka mengaku tidak mengetahui secara persis pembangunan normalisasi dan jalan inspeksi lantaran tak masuk dalam rancangan maupun anggaran.

Dikonfirmasi terpisah, Dinas Tata Air dan Dinas Bina Marga mengaku tidak tahu menahu soal pembangunan jalan inspeksi yang terjadi di ruas jalan jakarta.

"Penanganannya bukan di kami. Tidak ada anggarannya sejak beberapa tahun lalu," tutur Kadis Bina Marga, Yusmada Faizal dan Kadis Tata Air, Teguh Hendrawan, saat dihubungi di Jakarta.

Selain asal jadi, banyak proyek juga mangkrak. Beberapa diantaranya bahkan terkesan dibiarkan, akibatnya tak jarang di beberapa titik jalan inspeksi kembali dihuni warga. 

Koordinator Divisi Investigasi Indonesian Corruption Watch (ICW), Febri Hendri, mengatakan saat ini belum ada aturan yang jelas soal penggunaan dana CSR di Pemprov DKI Jakarta. 

"Seharusnya ada aturan yang jelas. Sebab akhirnya proyek-proyek pembangunan dengan dana CSR ini diserahkan ke Pemprov DKI," kata Febri saat dihubungi di Jakarta, Senin (26/12/2016).

Tanpa adanya aturan yang jelas dalam penggunaan itu, kata Febri, membuat celah korupsi sangat besar. Terlebih selama ini audit tentang penerimaan dan pengeluaran tak terlihat.   Febri mendesak agar Inspektorat Pemprov DKI Jakarta untuk turun tangan. "Pengawasan yang benar harus dilakukan mengecek soal dana CSR," tutur Febri.

Senada dengan Febri, pengamat perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriatna, mengatakan audit jelas harus dilakukan untuk membuktikan bahwa dana tersebut jelas peruntukan. Sehingga bila terbukti tidak adanya korupsi akan dapat terlihat. 

Terbengkalai

Buruknya proyek jalan inspeksi, salah satu terlihat di anak Kali Ciliwung, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat. Lahan sepanjang 200 meter itu dibiarkan terbengkalai. Hanya seatpel renggang yang asal jadi terlihat di kawasan itu, sementara pembangunan jalan beton baru sepanjang 20 meter, sisanya jalanan sepanjang itu merupakan sisa reruntuhan bangunan.

Padahal, untuk mengerjakan proyek tersebut. Agung Podomoro Land telah menggelontorkan dana sebesar Rp24,2 miliar untuk pembangunan di kawasan itu.

Kondisi tak jauh beda terjadi di Kali Apuran, Cengkareng, Jakarta Barat. Pembangunan jalan inspeksi di kawasan itu tak kunjung rampung. Sementara sheetpile yang terpasang belum sepenuhnya.

Dibeberapa titik itu, masih ada yang belum di beton dan berbatu. Besi besi bekas pengecoran pun belum dibersihkan oleh kontraktor. Mereka terlihat meninggalkan kawasan itu.

Setiap hari banyak warga kesulitan melintas di jalan berbatu itu.  "Mana bisa kita jalan di jalan begini. Padahal dulu banyak warga di usir usir. Tapi pembangunan tak kunjung selesi," ucap Yanti (39) salah seorang warga sekitar.

Padahal untuk pembangunan turap dan Jalan Inspeksi di sepotong Kali Apuran (bagian tengah), pihak Agung Podomoro Land menggelontorkan dana sebesar Rp108 milliar.

Dana itu jauh lebih besar dari dana yang digelontorkan Pemprov DKI untuk pemancangan sheet pile (turap beton) di 3 kali besar di Jakarta Barat, yakni Kali Grogol, Kali Sekretaris, dan Kali Apuran sepanjang 1,3 kilometer. Untuk pemancangan sheet pile di kali tersebut, Pemprov DKI hanya menggelontorkan dana Rp96 milliar.

Menurut Ahli Konstruksi dari Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), Poltak Situmorang, pembuatan fondasi dari bambu amat berbahaya. Terlebih, untuk pembangunam turap.  "Tak layak itu. Semestinya pondasinya pakai beton," kata Poltak.

Poltak mengatakan, fondasi seperti itu bisa menyebabkan kegagalan bangunan. Bahkan turap terancam roboh ketika aliran di kali berubah deras.


( Sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats