Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 05 Januari 2017 19:30 WIB
Kasus Korupsi Dana Sosialisasi Asian Games 2018

Sekjen dan Bendum KOI Resmi Ditahan

Jakarta, HanTer - Dua tersangka Kasus Korupsi dana Sosialisasi Asian Games 2018 Dody Iswandi dan Anjas Rivai resmi ditahan, untuk kepentingan penyidikkan. Dody Iswandi yang masih berstatus sebagai Sekjen KOI dan Anjas Rivai Bendahara Umum KOI, mendekam di ruang tahanan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya terhitung sejak tanggal 4 Januari 2016.
 
Kasubdit V Ditreskrimsus Polda Metro Jaya ketika dihubungi Kamis (5/1) mengatakan, mereka ditahan untuk kepentingan penyidikkan selama 20 hari kedepan. “Yang bersangkutan sudah berada ditahanan sejak 4 Januari,” ujar AKBP Ferdy Irawan.
 
Sementara Satu tersangka lainnya, Agus Ikhwan yang berperan sebagai penyedia jasa kegiatan Carnaval Road To Asian Games 2018 di Surabaya, sudah dilakukan pemangilan pertama, namun yang bersangkutan tidak bisa hadir dengan alasan sakit. “Senin nanti akan ada pemanggilan kedua, jika tidak hadir maka akan ada pemanggilan paksa,” tabah Ferdy.
 
AKBP Ferdy Irawan juga mengemukakan dalam kasus korupsi Carnaval Road To Asian Games ini tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya. “Kemungkinan tersangka lain pasti ada ,” terang AKBP Ferdy Irawan.
 
Sementara itu kuasa Hukum Dody Iswandi dan Anjas Rivai, Alamsyah Hanafiah membenarkan kalau klienya telah resmi mendekap di tahanan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, namun Alamsyah menyayangkan langkah dari kepolisian tersebut.
 
“Ya benar sudah ditahan, namun kami sangat menyayangkan apa yang dilakukan oleh pihak berwenang karena klien kami tersebut sangat kooperatif dan setiap pemanggilan mereka selalu datang, kenapa harus ditahan,” tutur Alamsyah mempertanyakan.
 
Terkait hal tersebut, pihaknya akan mengajukan gugatan pra Peradilan. “Gugatan pra peradilan ini sudah kami daftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan tertanggal 28 Desember lalu atas nama Anjas Rivai,” kata Alamsyah.
 
Menurutnya penetapan tersangka atas nama Anjas Rivai tidak cukup alat bukti sehingga status tersangka yang dituduhkan kepadanya harus segera dicabut. “Penetapan tersangka Anjas Rivai tidak memenuhi unsur dua alat bukti sesuai pasal 184 KUHAP,” tutup Alamsyah. Hermansyah


(Hermansyah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats