Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 06 Januari 2017 10:53 WIB

KPPU Indikasikan Adanya Monopoli Usaha di Proyek ERP

Jakarta, HanTer - Operasional Sistem jalan berbayar atau Elektronik Road Pricing (ERP) di Jakarta kembali mundur dari rencana yang dijadwalkan pada 2018 mendatang. Peraturan Gubernur (Pergub) 149 Tahun 2016 Tentang ERP yang dibuat oleh Gubernur DKI Jakarta Non Aktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terindikasi monopoli usaha.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf mengatakan, berdasarkan diskusi yang dilakukan bersama Pelaksana Tugas (PLT) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta beserta beberapa peabat Pemprov DKI lainnya, Pergub Nomor 149 Tahun 2016 tentang Pengendalian Lalu Lintas Jalan Berbayar Elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP) harus direvisi.

Sebab, di dalam ketentuan Pasal 8 ayat (1) huruf c pada Pergub yang dimaksud, diatur bahwa teknologi yang digunakan dalam kawasan pengendalian lalu lintas Jalan Berbayar Elektronik adalah menggunakan komunikasi jarak pendek Dedicated Short Range Communication (DSRC) frekuensi 5,8 GHz.

"Hal ini berpotensi melanggar ketentuan UU Nomor 5 Tahun 1999. Pasalnya, terdapat pembatasan penggunaan tehnologi dalam penerapan ERP, yaitu hanya dengan teknologi DSRC. Jadi harus ada penyesuaian di Pergub dengan UU. Syukurnya PLT sangat bijak," kata Syarkawi Rauf di Balaikota DKI Jakarta.

PLT Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengakui akan merevisi Pergub 164 Tahun 2016 yang dikeluarkan Gubernur non aktif Ahok dalam waktu dua minggu ke depan.

Sebab, setelah mendapatkan surat dari KPPU yang mengindikasikan adanya monopoli usaha dengan menyebutkan teknologi DSRC, pihaknya terus mempelajari dan meneruskannya dengan diskusi bersama KPPU. Hasilnya memang tidak fair menyebutkan tekhnologi dalam Pergub yang menjadi acuan lelang.


(Sammy)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats