Di Publish Pada Tanggal : Sabtu, 07 Januari 2017 18:19 WIB

Berita Hoax Merajalela, Diaz Hendropriyono Ajak Masyarakat Berbicara Secara Bertanggungjawab

Jakarta, HanTer - Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono menekankan pentingnya peran pemuda dalam keberlangsungan demokrasi Indonesia. Salah satunya yakni memanfaatkan freedom of speech secara bertanggung jawab. Karena belakangan ini berita hoax dan fitnah merajalela di dunia maya dan media sosial.
 
"Kebebasan berbicara dapat disalahgunakan untuk menyebarkan berita bohong, atau hoax, untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya saat Pilpres 2014 dimana capres Joko Widodo mendapatkan serangan black campaign secara masif," kata Diaz saat memberikan opening remark dalam sebuah seminar berjudul “Youth s Vital Role in Advancing Democracy in Modern Indonesia” yang diselenggarakan di Oakwood Conference Room di Kuningan, Jakarta,  Jumat (6/1/2017) kemarin.  
 
Diaz mengungkapkan, pemuda selalu memiliki peran penting di dalam sejarah dunia. Maximilien Robespierre, salah satu tokoh revolusi Perancis, memimpin revolusi pada usia yang sangat muda, begitu juga dengan Thomas Jefferson yang menulis Declaration of Independence di usia 30an. 
 
”Hal yang sama juga terjadi di Indonesia, ketika Jenderal Soedirman dipilih menjadi Panglima tentara Republik Indonesia saat masih berusia 29 tahun,” jelasnya.
 
Di tengah demokrasi Indonesia yang masih sangat muda, sambung Diaz, namun sudah berkembang lebih jauh dari apa yang dicapai oleh Amerika Serikat dalam 240 tahun terakhir, bahkan melebihi apa yang dikonsepkan oleh bangsa Athens dibawah kepemimpinan Cleisthenes pada 500 SM, oleh karena itu peran pemuda sangat diperlukan. 
 
Diaz mengingatkan akan adanya ekses-ekses dari nilai yang dianut demokrasi yang harus diantisipasi, seperti freedom of speech atau kebebasan berbicara yang tanpa batas, yang pada akhirnya akan mencederai proses demokrasi itu sendiri. Oleh karenanya pentingnya peran pemuda, yang secara demografis merupakan mayoritas penduduk Indonesia, untuk menjaga proses demokrasi dengan menjaga agar nilai-nilai yang dianut oleh demokrasi.
 
"Seperti freedom of speech dan freedom of religion jangan sampai  disalahgunakan oleh segelintir orang untuk mengganggu kelangsungan hidup bangsa kita," tandasnya.  
 
Seminar tersebut dihadiri oleh puluhan mahasiswa S2 dan S3 dari Harvard University dalam rangkaian kunjungan ke Indonesia, sebagai bagian program yang diselengarakan oleh Center for Asia Leadership. Inisiatif tersebut turut diprakarsai oleh Andi Sparingga sebagai Direktur Pusat Pendidikan Harvard di Indonesia.
 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats