Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 08 Januari 2017 18:10 WIB

Cara Ampuh Hilanglangkan Berita Hoax, Ya Pemerintah Kerja yang Benar


Jakarta, HanTer  - Pemberitaan tidak berkualitas dan tidak memiliki fakta yang valid atau hoax semakin marak di Indonesia terlebih dalam media sosial. Fenomena hoax akan hilang dengan sendirinya jika pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) bekerja dengan baik dan benar untuk kesejahteraan dan tidak membebani rakyat.

Melihat hal itu, menilai,

"Pemerintah harus memperbaiki dirinya sendiri. Jika pemerintah bekerja dengan benar, maka pemberitaan hoax akan hilang dengan sendirinya karena bagaimanpun maraknya hal ini sebagai wujud kritikan pedas dari rakyat," ujar anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sukamta dalam sebuah diskusi di Jakarta, kemarin.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menilai, saat ini pemerintah belum dapat memberikan informasi yang jelas dan akurat terhadap suatu isu. Contohnya tentang tenaga kerja asing asal Tiongkok karena sejumlah menteri di Kabinet Kerja hingga direktorat menyampaikan data yang berbeda tentang jumlah pekerja China di Indonesia.

"Pemerintah seolah-olah men-trigger. Masing-masing menteri itu bicara dan angka datanya tidak sama," ketus Sukamta.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota Komisi I DPR, Effendi Simbolon. Ia menilai fenomena berita hoax di Indonesia merupakan hal yang wajar. Berita hoax merupakan bentuk ekspresi masyarakat yang sedang bebas-bebasnya menggunakan media sosial.

"Indonesia kan baru memasuki era digital. Jadi ada hoax, biarin saja. Bahasanya Pak Jokowi kegembiraan. Inilah kegembiraan netizen. Ada yang marah, fitnah, biarin saja," ujar Effendi.

Apalagi, menurutnya jika fenomena itu terjadi pada interaksi antara sesama anggota masyarakat,  hal itu biarkan menjadi dinamika yang ada di masyarakat. Meski demikian, kata biarkan saja bukan berarti dibiarkan bertindak seenaknya. Jika aksi netizen itu melanggar peraturan dan perundangan, maka aparat hukum harus memprosesnya.

"Jika dia masuk fitnah, masuk ke delik aduan. Ada pelapor, lalu diproses," tegas Effendi.


(safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats