Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 10 Januari 2017 10:50 WIB
2.000 Polisi Jaga Sidang Hari Ini

Massa Kembali Meminta Hakim Penjarakan Ahok

Jakarta, Hanter—Tepat pukul 09.00 WIB, sidang kelima kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dimulai. Sidang yang berlangsung  di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2016) itu, melanjutkan pemeriksaan saksi pelapor.

Ribuan personel kepolisian dikerahkan untuk menjaga sidang. Sidang juga dikawal oleh massa umat Islam dari berbagai elemen organisasi. Seperti sidang sebelumnya, massa kembali meminta hakim untuk memenjarakan Ahok.

Jalannya persidangan mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian. Pengamanan menggunakan kawat berduri untuk menghalau massa demo dan untuk mencegah terjadinya kerusuhan antara pendukung Ahok dengan massa lainya.

"Ribuan personel kepolisian itu akan ditempatkan di empat ring sama seperti sidang keempat pekan lalu, antara lain di dalam ruang sidang, di pelataran Gedung Kementan, di luar Gedung Kementan, dan di sekitar Gedung Kementan," kata Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Iwan Kurniawan.

Sidang ke 5 kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali dikawal oleh massa Umat Islam dari berbagai elemen organisasi, diantaranya dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI), Front Pembela Islam (FPI) dan Jawara Betawi.

Mat (24) seorang peserta aksi Kawal dan Penjarakan Ahok mengungkapkan rasa herannya. "Saya heran dan terpanggil karena hingga hari ini Ahok belum juga ditahan atau dipenjarakan," ujarnya kepada Harian Terbit di lokasi, Selasa (10/1/2017). 

Sementara itu orator dari atas mobil komando menerikan segera tahan Ahok, jangan ada tebang pilih, Ahok menistakan agama kenapa belum ditahan.

"Banyak orang-orang Islam yang pejabat, jenderal dan semua yang berpangkat tapi karena takut dengan jabatannya, mereka menukar akherat mereka dengan duniawi," ujar orator di depan Gedung Kementerian Pertanian, Jln. R.M Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).

"Lebih parah lagi mereka yang mengaku Islam, ber-KTP Islam tapi malah membela si terdakwa Ahok yang memusuhi Islam dan sudah jelas menistakan agama," ungkapnya.   

Tepat pukul 09.00 Wib Ahok masuk ke ruang sidang dengan mengenakan baju batik warna biru. Mantan Bupati Belitung Timur itu tampak santai dan mengumbar senyum.

Saksi

Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Pedri Kasman, mengaku akan menjadi salah satu saksi yang dihadirkan JPU. Pedri Kasman merupakan salah satu orang yang melaporkan Ahok ke polisi atas tuduhan dugaan penistaan agama.

Selain Pedri, ada empat orang lagi yang disebut-sebut akan dihadirkan JPU dalam sidang tersebut yaitu, Burhanudin, Ibun Baskoro, Irena Handono, dan Wilyudin Abdul Rasyid Dhani.

Saat ini, Ahok berstatus sebagai terdakwa perkara dugaan penistaan agama. Pernyataannya terkait Surat Al-Maidah Ayat 51 membawanya ke meja hijau. Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Ahok dengan Pasal 156 a KUHP tentang penistaan agama dengan ancaman penjara paling lama lima tahun.

Dalam sidang 3 Januari, lima saksi dari jaksa diperiksa yakni Novel Chaidir Hasan, Gus Joy Setiawan, Muchsin alias Habib Muchsin Alatas, dan Syamsu Hilal.


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats