Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 10 Januari 2017 11:13 WIB

BEM: Rakyat Makin Sengsara Jangan Main-Main Mengurus Negara

Jakarta, Hanter--BEM seluruh Indonesia menemui Ketua MPR RI Zulkifli Hasan untuk menyampaikan jeritan rakyat atas melambungnya harga-harga kebutuhan rakyat.

lsu-isu kerakyatan menjadi sorotan utama mahasiswa dalam penyampaian aspirasi kepada Ketua MPR RI tersebut. Kenaikan harga BBM, listrik, STNK,  BPKB dan harga cabai, bagai kado pahit untuk masyarakat Indonesia dalam mengawali tahun 2017.

Mahasiswa menyayangkan aksi saling lempar tanggung jawab di pemerintahan, yang menandakan lemahnya koordinasi. "Pemerintah dinilai main-main dalam mengelola negara padahal Indonesia bukan mainan," ujar Bagus Tito Wibisono, Koordinator BEM SI.

Menurut Bagus, mahasiswa dan rakyat sudah bergejolak. “Jika tidak ada itikad baik Pemerintah mensejahterakan rakyat maka kami mahasiswa dari Sabang sampai Merauke akan berjuang melalui parlemen jalanan," tambah Bagus yang juga Ketua BEM UNJ ini. Sudah saatnya Presiden harus melihat ini sebagai isu yang holistik bagi rakyat Indonesia.

Bila Presiden lupa dengan kekuatan mahasiswa maka BEM Seluruh Indonesia akan menyatukan kekuatan melalui parlemen jalanan.

Gerakan reformasi jilid 2 yang bakal digelar serentak oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pda Kamis 12 Januari 2017 menuai pendapat dari berbagai pihak.

Dapat Dukungan

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi mengatakan gerakan mahasiswa atau aksi 121 itu sudah benar. "Mahasiswa sudah benar, rakyat memang makin sengsara. Mahasiswa tentunya ikut merasakan," ujar Uchok kepada Harian Terbit di Jakarta, Senin (9/1/2017).

Uchok mengkritisi harga kebutuhan pokok yang mahal sehingga membjuat rakyat menderita. “Pembangunan ekonomi saat ini belum berpihak kepada rakyat kecil. Jadi, kalau mahasiswa mengkritisinya ya wajar saja,” ujarnya.

Tuntutan

Sementara BEM Jakarta menyampaikan sejumah tuntutan dalam Aksi Bela Rakyat 121 yang akan digelar pada 12 Januari mendatang, mahasiswa memiliki beberapa tuntutan yang harus ditegakkan, antara lain:

  1. Mencabut PP No.60 Tahun 2016 tentang kenaikan tarif atas jenis penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia.
  2. Menolak kenaikan tarif dasar listrik golongan 900 VA dan mendesak dikembalikannya subsidi untuk tarif dasar listrik golongan 900 VA.
  3. Menjamin terpenuhnya kebutuhan BBM bersubsidi di seluruh SPBU.


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats