Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 11 Januari 2017 11:18 WIB

Kesaksian Irena Handoko: Ahok Berkali-Kali Menistakan Al-Quran

Jakarta,  Hanter— Irena Handono, saksi pelapor kasus penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), menyebutkan, pidato mantan Bupati Belitung Timur itu  di Kepulauan Seribu adalah penistaan kepada agama, kebencian terhadap agama Islam.

"Dia melakukannya berkali-kali, menistakan Al-Quran dengan Surat Al-Maidah di berbagai tempat,"  kata Irena, saat memberikan keterangan dalam sidang lanjutan Ahok, di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Di persidangan Irena juga mengaku telah menonton video Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu dan juga telah membaca buku Purnama yang berjudul Merubah Indonesia walau tidak sampai tuntas. "Tetapi menurut teman saya semua, Ahok memang menistakan agama," kata Irena.

Sementara Ahok menganggap pernyataan Irena itu fitnah besar terhadap dirinya karena telah memotong konteks dari video lengkap ucapan-ucapan dia di Kepulauan Seribu.

"Saya keberatan karena dia (Irena) telah memotong konteksnya, saya katakan jangan dipotong karena maknanya jadi tidak cocok," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Kampanye

Ahok juga membantah keterangan saksi Irena yang menyatakan dirinya melakukan kampanye terselubung saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 lalu.

"Kata mana (dalam video) yang menunjukkan saya kampanye terselubung. Saya hanya mencoba mengedukasi warga tidak usah memilih saya kalau tidak sesuai dengan keinginan mereka pada Pilkada DKI Jakarta 2017," kata Ahok.

Irena Handono sendiri menilai, saat menyampaikan pidato itu Ahok menyinggung soal Pilkada. "Memang dia (Ahok) menggunakan bahasa terbalik intinya jangan khawatir kalau tidak milih saya, jangan takut tidak masuk surga, jangan mau dibodohi pakai surat Al-Maidah ayat 51," kata Irena yang juga mantan biarawati itu.

Tahan Ahok

Sidang ke 5 kasus penistaan agama kembali dikawal oleh massa Umat Islam dari berbagai elemen organisasi, diantaranya dari Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI), Front Pembela Islam (FPI) dan Jawara Betawi.

KH. Muhammad Khaththath yang kembali hadir dalam aksi bela Islam nampak menaiki mobil komando dan melakukan orasi, menenangkan massa dan berdoa.

"Kita doakan sidang berjalan lancar dan Ahok segera ditahan, takbir! Umat Islam Indonesia menunggu keputusan hakim, agar segera menahan Ahok," ujar Muhammad dari atas mobil komando, Selasa (10/1/2017). 


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats