Di Publish Pada Tanggal : Senin, 13 Februari 2017 08:33 WIB
Imbauan KPK Dinilai Positif

KPK: Jangan Pilih Calon Kepala Daerah Berperkara Hukum

Jakarta, HanTer – Imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar masyarakat tidak memilih calon kepala daerah yang berperkara hukum, terutama terindikasi kasus korupsi, mendapat tanggapan positif sejumlah kalangan. Publik diminta menentukan pilihan kepada daerah yang memiliki integritas tinggi dan tidak memilih yang melakukan politik uang.

Peneliti Senior  Institute For Strategic and Development Studies (ISDS), M. Aminudin mengatakan, pernyataan KPK yang meminta rakyat tidak pilih calon berperkara hukum,  atau terindikasi korupsi sangat positif.

Menurutnya, imbauan KPK itu untuk mendapatkan calon kepala daerah yang berintegritas, jujur dan bermoral. “Kita menginginkan calon kepala daerah yang terbebas dari kasus korupsi sehingga dia bisa membangun daerahnya dan mensejahterakan warganya,” kata Aminudin menjawab Harian Terbit, Minggu (12/2/2017).

Terpisah praktisi hukum konstitusi (Legal/Constitution Expert), Victor Santoso Tandiasa, SH., M.H juga menyambut positif. Menurutnya, pada pilkada serentak rakyat harus memilih calon kepala daerah yang memiliki integritas.

“Kepala daerah yang punya integritas sudah pasti membela warganya dan membangun daerah yang dipimpinnya,”papar Victor.

Sebelumnya, KPK mengharapkan masyarakat menentukan pilihan kepada daerah yang memiliki integritas tinggi. Lembaga itu mengimbau masyarakat tak memilih calon yang terindikasi kasus korupsi.

"Terkait penyelenggaraan Pilkada serentak, penting untuk masyarakat yang benar-benar diketahui calon itu bersih, memiliki integritas, tidak terkait proses hukum khususnya tindak pidana korupsi. Jangan sampai dipilih yang lakukan politik uang," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di kantornya, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2017), seperti dilansir Viva.co.id.

Jangan Salah Pilih

Melalui akun Facebook resminya, Sabtu (11/2/2017), Presiden keenam  RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengunggah sebuah tulisan berjudul Rakyat Jakarta Memilih. SBY mengajak masyarakat Jakarta agar tidak salah dalam memilih pemimpin. Jika salah, maka Jakarta tidak akan menjadi lebih baik lima tahun ke depan.

"Jika pilihan kita salah, Jakarta akan gagal menjadi kota yang lebih aman, lebih adil, lebih maju, lebih sejahtera dan lebih bermartabat di masa depan," kata SBY.

Hal senada disampaikan calon gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono. Dia mengimbau warga Jakarta tidak salah pilih karena kesalahan akan membawa sengsara selama lima tahun.

"(Memangnya) ada yang mau sengsara, mau menangis lima tahun," kata Agus dalam kampanye terakhirnya di GOR Soemantri Brodjonegoro, Jakarta Selatan, Sabtu (11/2/2017).

Agus meminta warga Jakarta tidak terkecoh dan tergoda iming-iming yang mengarah kepada kecurangan. "Kita ingin Jakarta lebih manusiawi, lebih baik, rakyatnya makmur, rakyatnya sejahtera dan kita semua bersatu. Kita semua harus satukan Jakarta, jangan terkotak-kotak, kita berbeda tapi satu. Rakyat bersatu untuk Jakarta baru," ujar dia.

Yakin Menang

Sementara itu, calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat optimistis  memenangkan Pilkada DKI 2017 dalam satu putaran.

"Kami ucapkan terima kasih atas dukungan masyarakat semua dalam memenangkan Basuki-Djarot, namun akan lebih afdol apabila kami mengucapkan terima kasih kembali setelah 15 Pebruari 2017 dan memimpin Jakarta dua periode," kata Djarot di panggung Pesta Rakyat dukungan Ahok-Djarot di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Sabtu (11/2/2017) sore.


(Sammy/Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats