Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 16 Februari 2017 23:35 WIB

Jurnaslis Diancam, Silahkan Lapor Sentra Gakkumdu

Jakarta, HanTer - Kekerasan maupun tekanan dari pihak tertentu terhadap para Jurnalis, yang meliput kejadian atau suatu peristiwa di lapangan masih kerap terjadi.

Berangkat dari masalah tersebut, Kadivhumas Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menghimbau bagi para jurnalis yang mendapat intimidasi dalam pelaksanaan Pilkada Serentak agar segera melapor ke Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Sentra Gakkumdu).

"Kalau terjadi intimidasi dalam Pemilu, harus segera melapor dalam waktu lima hari ke Sentra Gakkumdu. Jika itu terkait masalah administrasi maka proses lanjutannya dengan KPU," ujar Boy kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Boy mengatakan, persoalan penting ini berkaitan dengan seorang wartawan RRI di Jayapura, bernama Lina Usmasugi yang diusir secara kasar saat menjalankan tugas jurnalistiknya.

Parahnya lagi Lina diintimidasi dan diancam akan dibunuh saat hendak meliput di tempat pemungutan suara (TPS) 30 di Kompleks Hanyaan, Entrop, Kota Jayapura, Rabu (15/2/2017).

Menurut Boy, tak hanya bagi para jurnalis saja, masyarakat yang mendapat gangguan selama pemungutan suara dalam Pilkada Serentak, juga diharapkan segera melapor ke Sentra Gakkumdu.

"Pesan kami, kalau ada masyarakat yang merasa ada gangguan, segeralah melapor," terangnya.

Perlu diketahui Sentra Gakkumdu terdiri dari Bawaslu, Kejaksaan Agung dan Polri. Sentra Gakkumdu dibentuk dengan tujuan untuk menegakkan hukum dalam tindak pidana yang berkaitan dengan Pemilihan Umum serentak.


(safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats