Di Publish Pada Tanggal : Rabu, 08 Maret 2017 18:08 WIB

Akibat Ahok Suara PDIP Rontok, Megawati Diminta Intropeksi

Jakarta, HanTer - Kekalahan PDI Perjuangan dalam 47 Pilkada serentak yang digelar 15 Februari 2017, dinilai tidak terlepas dari efek negatif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang menjadi terdakwa penista agama.  
 
"Kengototan Megawati Soekarnoputri untuk mendukung Ahok dalam Pilgub DKI merupakan sebuah kecerobohan besar. Dampaknya bisa dilihat, pasangan calon yang diusung PDIP rontok di 47 pemilihan walikota, bupati dan gubernur," kata Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto saat dihubungi, Rabu (8/3/2017).
 
Sugiyanto menyarankan Ketua Umum PDI Perjuangan tersebut segera intropeksi serta merenung atas kesalahan yang sudah diperbuatnya yang menyebabkan suara partai banteng gemuk tergerus.
Kekalahan PDIP dalam pilkada serentak diantaranya, Banten, Gorontalo, Payakumbuh, Pekanbaru, Tapanuli Tengah dan Jayapura.
 
Disisi lain Sugiyanto mengungkapkan, secara matematis, Ahok-Djarot yang diusung PDIP, Partai Nasdem, Partai Hanura, Partai Golkar serta satu juta KTP dari Teman Ahok, bisa dengan mudah memenangi Pilgub DKI cukup dengan satu putaran. Apalagi belakangan PPP kubu Djan Faridz ikut nimbrung.
 
"Namun faktanya Ahok-Djarot cuma dapat 42 persen. Ini membuktikan suara PDIP banyak yang lari. Suara satu juta KTP Teman Ahok juga hanya kamuflase," ujar Sugiyanto.
 
Fenomena rontoknya suara PDIP dinilai tidak terlepas dari efek negatif Ahok yang menjalar sampai kedaerah-daerah lainnya. Beberapa kebijakan dan perilaku buruk Ahok sebagai orang nomor satu di Ibukota negara menjadi pusat perhatian rakyat.
 
Kebijakan Ahok semasa menjabat Gubernur DKI yang tidak pro rakyat diantaranys penggusuran, skandal RS Sumber Waras, sengkarut reklamasi dan perilaku sombong menjadi pusat perhatian rakyat.
 
Sugiyanto menambahkan, tanda-tanda kekalahan Ahok di putaran kedua Pilgub DKI juga mulai terlihat. Hal ini mengacu dari dua hasil survei yang menempatkan Anies-Sandi unggul dalam hasil survei yang dilakukan oleh LSI Denny JA. Elektabilitas Anies-Sandi 49,7 persen dan Ahok-Djarot 40,5 persen. 
 
Sementara Lembaga Media Survei Indonesia (Median) menunjukkan elektabilitas Anies-Sandi sebesar 46,3 persen sedangkan Ahok-Djarot mememperoleh 39,7 persen


(Romi)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats