Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 14 Maret 2017 11:53 WIB

Sidang Penistaan Agama: Ahok Tak Kunjung Ditahan, Kebal Hukum dan Diistimewakan

Jakarta, Hanter - Meski kasus penistaan agama sudah memasuki sidang ke-14, terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum ditahan. Umat Islam kecewa karena mantan Bupati Belitung Timur itu terkesan kebal hukum dan diistimewakan. Umat akan terus mengawal jalannya persidangan. Sementara itu, massa kontra Ahok dalam orasinya meneriakkan, `Tahan Ahok, penjarakan Ahok.`

“Hingga sidang ke-14, Ahok belum juga ditahan. Padahal, hampir semua saksi pelapor sudah menberikan kesaksian dan meminta agar terdakwa ditahan,” ujar  salah seorang saksi dalam sidang penistaan agama, Habib Novel Chaidir Hasan Bamukmin di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Menurutnya, penghinaan Ahok terhadap umat Islam sudah menjadi-jadi, Al Qur’an dijadikan bahan olok-olokan. “Sampai saksi ahli agama pun habib Rizieq juga sama, agar terdakwa ditahan karena menurut habib Rizieq bahwa Ahok dalam tayangan TV Aljazirah menyatakan dirinya tidak menyesa, dan sampai saat ini hakim tidak berani menahan terdakwa,” ujar Novel.

Sebelumnya Ismail dari Persatuan Muslimin Indonesia (Parmusi) mengatakan ada kejanggalan dalam proses penegakan hukum terhadap kasus penistaan agama ini.

“Hukum sudah tumpul, namun umat Islam tetap akan mengawal persidangan si penista agama hingga aparat hukum melakukan penahanan. Terasa janggal sidang demi sidang seolah mengulur waktu,” ucapnya.

Massa Kontra Ahok

Sementara itu berdasarkan pantauan Harian Terbit,  massa yang pro dan kontra dengan terdakwa Ahok memadati Jalan RM Harsono, Ragunan, Jakarta Selatan.

Di bagian luar persidangan massa kontra ini sudah melaksanakan orasinya di atas mobil komando yang dilengkapi speaker. Mereka meminta mantan Bupati Belitung Timur itu dipenjarakan, dan ditahan. Aksi berjalan tertib.

Sedangkan massa pro Ahok juga hadir diluar persidangan.  Mereka menggunakan satu mobil komando dilengkapi speaker aktif, mereka mulai menyerukan aspirasinya. Seperti aksi sebelumnya, mereka meminta hakim membebaskan Ahok dari hukuman.

Dalam sidang ke-14 kali ini, aparat gabungan dari Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan sidang.

"Hari ini kita kerahkan 1.500 personel untuk amankan sidang lanjutan kasus ini (dugaan penodaan agama)," kata Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Purwanta di Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Lima Saksi

Tim Kuasa Hukum Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dijadwalkan menghadirkan lima saksi dalam lanjutan sidang kali ini.

Kelima saksi yang dijadwalkan hadir dalam sidang ke-14 itu, yakni ahli hukum pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) Edward Omar Sharif Hiariej, dua Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bangka Belitung, yaitu Juhri dan Ferry Lukmantara, Suyanto sopir yang berasal dari Belitung Timur, dan Fajrun teman Sekolah Dasar (SD) Ahok yang juga berasal dari Belitung Timur.

Salah satu penasihat hukum terdakwa Ahok itu, Teguh Samudra mengatakan, tujuan menghadirkan mereka  untuk memberikan gambaran mengenai sosok terdakwa. Karena mereka mengikuti jalan hidup mantan Bupati Bangka Belitung Timur itu.

"Hari ini kita akan menghadirkan saksi yang meringankan yaitu Pak Juhri, Pak Suyanto dan Pak Fajrun. Ini ada temen Pak Basuki saat SD, ada masyarakat sana yang tahu kehidupan Pak Basuki," katanya di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (14/3/2017).

Dia menerangkan, saksi-saksi ini nantinya akan menceritakan bagaimana kehidupan sehari-hari Ahok.‎ Sehingga nantinya masyarakat dapat memahami bahwa tidak mungkin Gubernur DKI Jakarta non-aktif tersebut melakukan penodaan agama.

"Yang mau diterangkan ini bagaimana kehidupan sehari hari Pak Ahok di sana sehingga jangan sampai dianggap melakukan penodaan agama, padahal sejak awal dia sudah ada panduan dalam kehidupannya," tutup Teguh.

Rencananya, dalam sidang yang beragendakan mendengar keterangan saksi atau ahli meringankan itu, pihak Ahok itu akan menghadirkan lima orang saksi atau ahli. Namun belum dapat dipastikan apakah kelima saksi atau ahli meringankan itu hadir seluruhnya dalam persidangan hari ini.

Keluarga Gus Dur

‎Selain itu, ia menerangkan penasihat hukum Ahok juga berencana menghadirkan keluarga Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid ke persidangan. Tujuannya untuk memberikan keterangan mengenai pernyataan mantan Ketua Umum PKB itu yang mendukung ‎terdakwa dalam Pilgub Bangka Belitung 2007.

Teguh menerangkan, akan ada waktunya keluarga Almarhum Gus Dur. Karena ada anggota keluarga yang menyaksikan dukungan tersebut disampaikan langsung di Bangka Belitung.

Ini saksi yang dihadirkan tim kuasa hukum Ahok

O Edward Omar Sharif Hiariej, ahli hukum pidana dari Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

O Juhri, PNS Kabupaten Belitung, Provinsi Bangka Belitung.

O Ferry Lukmantara, guru SD Negeri 17 Badau, Tanjung Pandan, Belitung Timur.

O Suyanto, seorang sopir asal Dusun Ganse, Gantong, Belitung Timur.

O Fajrun, teman SD Ahok dari Dusun Lenggang.


(Akbar)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats