Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 21 Maret 2017 09:28 WIB

Sidang Ke-15 Ahok Dibanjiri Pedagang untuk Mengais Rejeki

Jakarta, HanTer -  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terdakwa penista agama kembali menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan) Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017). Dalam sidang kelima belas ini akan dihadirkan tiga saksi meringankan untuk Ahok.

Kuasa hukum Ahok, Ronny Talapessy mengatakan, tiga saksi yang dihadirkan yakni ahli agama Islam, ahli bahasa Indonesia, dan ahli hukum pidana. Ketiga saksi yang meringankan Ahok yakni pertama, KH Ahmad Ishomuddin sebagai ahli agama Islam yang Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Jakarta dan dosen Fakultas Syari’ah IAIN Raden Intan, Lampung.

Kedua, Prof Dr Rahayu Surtiati ahli bahasa Indonesia yang juga Guru Besar Linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia. Ketiga,  C Djisman Samosir, ahli hukum pidana yang bekerja sebagai dosen Fakultas Hukum Universitas Katolik Parahyangan, Bandung, Jawa Barat. Ketiganya akan memberikan kesaksian agar hukuman yang akan diterima Ahok menjadi ringan.

Terpisah Kasubag Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Purwanta mengatakan, dalam pengamanan sidang Ahok, polisi telah melakukan sesuai standart operasional (SOP) yang telah berlaku. Untuk arus lalu lintas dari Ragunan menuju jalan Marga Satwa juga telah ditutup sementara untuk area unjuk rasa pro dan kontra Ahok.

"Seperti biasa ada 4 ring pengamanan dan sudah mulai dari jam 6 tadi. Pertama ruang sidang, kedua diluar ruang sidang, ketiha di lingkungan sekitar Kementan dan terakhir di luar sekitar jalanan," jelas Purwanta.

Pantauan Harian Terbit pukul 8.00 WIB, suasana luar Gedung Kementan yang biasa menjadi tempat orasi para pendukung dan kontra Ahok masih terlihat lengang. Para pendukung dan kontra Ahok belum terlihat berdatangan. Hanya terlihat para pedagang makanan dan souvenir yang menata dagangannya.

Para pedagang jumlahnya semakin banyak. Para pedagang tersebut selalu mengais rejeki di setiap sidang Ahok yang dihadiri sekitar ratusan orang yang menuntut agar Ahok dihukum karena telah menistakan agama. Para penentang Ahok dari dari berbagai penjuru baik Jabodatabek, Karawang, Purwakarta dan Bandung.

Ahok didakwa  secara sengaja menghina Al Quran Surat Al Maidah Ayat 51 saat mengunjungi Pulau Pramuka, Kecamatan Pulau Seribu Selatan, Kabupaten Pulau Seribu, pada 27 September 2016. Jaksa menyebut, pernyataan Ahok berpotensi menyebabkan permusuhan dan melakukan penodaan agama Islam. Ahok didakwa dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.

Menurut Pasal 156 KUHP, barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

Sementara menurut Pasal 156a KUHP, pidana penjara selama-lamanya lima tahun dikenakan kepada siapa saja yang dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesi.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats