Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 21 Maret 2017 11:01 WIB

Sandiaga Uno dan Kriminalisasi Politik

Jakarta, HanTer - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor 3, Sandiaga Uno mengatakan dirinya yakin tidak melanggar hukum dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Pernyataan tersebut disampaikan di Jakarta, Senin, terkait pemanggilan Polda Metro Jaya kepada Sandiaga sehubungan adanya dugaan penggelapan tanah senilai Rp7 miliar.

Dia dilaporkan Fransisca 8 Maret 2017 dengan ditudingan terlibat penggelapan dana Rp7 miliar yang merupakan hasil penjualan sebidang tanah milik pelapor di kawasan Tangerang Selatan pada tahun 2013.

"Saya mendapat panggilan dan saya serahkan masalah ini ke tim hukum. Tadi saya sudah dibriefing, kasusnya secara kesimpulan saya, dua sahabat saya yang sudah berteman 60 tahun lebih dan sekarang mereka ada kesalahpahaman yang dipicu oleh politik," kata Sandiaga di Jakarta Selatan, Senin, (20/3/2017).

Perseteruan itu mau didamaikan, karena berteman 60 tahun lebih tapi mengalami perpecahan, sangat disayangkan.

Sandiaga dipanggil Polda Metro Jaya untuk melakukan klarifikasi terkait kasus tersebut pada Selasa (21/3).

"Saya sedang tanya ke tim hukum, karena kebutuhkan melengkapi dokumen dan jadwal saya sudah padat sekali di penghujung 19 April, kita hanya punya waktu 29 hari lagi dari sekarang. Sekarang saya konsultasi dengan tim hukum dan biar tim hukum jelaskan posisi kami," kata Sandiaga.

Pasangan dari Calon Gubernur, Anies Baswedan itu tidak mau berprasangka buruk terhadap pemanggilannya bahwa ada kaitannya dengan Pilkada DKI.

"Saya nggak mau suudzon, tapi ada yang memberikan informasi bahwa ini kriminalisasi dari politik, ada yg bilang politisasi dari sebuah kasus karena sebetulnya ini bukan tindak pidana," kata Sandiaga.

Panggil Ulang

Penyidik Polda Metro Jaya akan memanggil ulang calon wakil gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebagai saksi dugaan penggelapan lahan tanah senilai Rp7 miliar.

"Kita bisa jadwal ulang jika tidak memenuhi panggilan hari (Selasa) ini," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono saat dikonfirmasi di Jakarta Selasa.

Namun Kombes Argo menuturkan penyidik belum mendapat informasi apakah Sandiaga akan memenuhi panggilan atau tidak terkait hal itu.

Argo mengungkapkan polisi membutuhkan keterangan Sandiaga untuk klarifikasi mengenai laporan dugaan tindak pidana penggelapan jual beli lahan tanah tersebut.

Sandiaga menjabat sebagai komisaris pada salah satu perusahaan saat transaksi jual-beli lahan itu sedangkan terlapor lainnya Andreas menjadi direktur.

Argo mengatakan Sandiaga diduga membantu menjual tanah milik pelapor FF Fransiska senilai Rp8 miliar namun baru diterima Rp1 miliar di kawasan Tangerang Selatan Banten pada 2013.

Pihak Sandiaga memastikan tidak akan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya karena menjalani tahapan kampanye hingga 15 April 2017 pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats