Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 11 April 2017 19:03 WIB

Polri: Risiko Penyidik Itu Kaki Kanan di Penjara, Kaki Kiri di Kuburan

Jakarta, HanTer - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul mengatakan menjadi seorang penyidik merupakan sebuah pekerjaan dengan risiko yang tinggi karena kerap mendapatkan intimidasi dan ancaman dari pihak-pihak yang beperkara.

"Sebagai aparat penegak hukum, memang risikonya tinggi. Sejak awal kita diajari, kaki kanan kita di penjara, kaki kiri kita di kuburan," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, (11/4/2017) terkait terjadinya kasus penyiraman air keras kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan oleh orang tak dikenal.
 
Saat ditanyakan apakah tindak penganiayaan yang menimpa Novel berkaitan dengan kasus yang sedang ditangani oleh Novel, Martinus enggan berandai-andai.
 
"Tidak boleh mengatakan ini ada kaitan dengan kasus sebelum polisi mengungkap siapa pelaku dan motifnya," katanya.
 
Ia menambahkan, aparat penegak hukum diminta untuk selalu waspada dengan risiko atas pekerjaannya dan selalu mematuhi prosedur hukum agar semua pihak yang beperkara merasakan bahwa mereka telah diperlakukan secara adil.
 
"Penting untuk memahami bahwa tindakan hukum dalam proses hukum itu harus berdasarkan hukum. Kalau sudah berdasarkan hukum, kita akan tenang karena penindakan kita sesuai dengan prosedur," katanya dikutip Antara.
 
Pada Selasa pagi usai menunaikan shalat subuh di masjid, Novel yang sedang berjalan menuju rumahnya, tiba-tiba disiram cairan diduga air keras oleh dua pelaku yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
 
Cairan tersebut mengenai sebagian wajah dan mata Novel. Novel tidak bisa melihat wajah pelaku karena pelaku saat itu menggunakan helm.
 
Novel langsung dilarikan ke RS Mitra Keluarga Kelapa Gading untuk mendapatkan pertolongan pertama. Kemudian Novel dipindahkan ke Jakarta Eye Center (JEC), Menteng, Jakarta Pusat untuk mendapatkan penanganan maksimal pada luka di matanya.


(Anugrah)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats