Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 April 2017 10:52 WIB

Polisi Periksa 15 Saksi Penyerangan Novel Baswedan

Jakarta, Hanter - Polisi belum menangkap pelaku penyiraman cairan kimia kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan. Namun, penyidik Polres Metro Jakarta Utara dan Polda Metro Jaya sudah memeriksa 15 saksi.
 
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Rabu, mengatakan para saksi yang menjalani pemeriksaan mengetahui, mendengar dan melihat insiden teror tersebut.

Polisi antara lain meminta keterangan dari saksi yang berada di samping rumah Novel dan mengetahui saat korban keluar, serta masuk rumah.

Polda Metro Jaya akan berkoordinasi dengan KPK guna menganalisis rekaman kamera tersembunyi di lokasi kejadian. Penyidik belum dapat memastikan nomor polisi kendaraan roda dua yang digunakan dua pelaku saat menyiram Novel dengan cairan kimia berbahaya.  "Yang terpenting motor itu dinaiki dua orang dan yang melakukan yang di belakang," kata Argo.
 
Novel disiram air keras di jalan Deposito depan Masjid Al Ikhsan RT03/10 Kelapa Gading Jakarta Utara usai shalat subuh pada Selasa (11/4) pukul 05.10 WIB. Akibat kejadian itu, Novel mengalami luka pada bagian wajah dan kelopak mata kirinya bengkak.
 
Sering Diteror

Sementara itu Ketua PP Pemuda Muhammdiyah Dahnil Aznar Simanjuntak sempat diberitahu Novel tentang teror yang sering diterimanya.

"Pekan lalu, Novel menceritakan rumahnya sering diintai oleh orang tak dikenal," kata Dahnil, seusai membesuk Novel di Rumah Sakit Mata, Jakarta Eye Center, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa siang.

Ia mengatakan, tetangga Novel juga kerap memotret kalau mendapati orang mencurigakan di sekitar lingkungannya. Bahkan, Dahnil mengklaim pernah ditunjukkan oleh Novel bukti foto orang yang dicurigainya tersebut.

Dahnil menilai, aksi teror ini bukan kali pertama dialami Novel. Setidaknya, mantan perwira polisi itu sudah tiga kali diteror dan erat terkait kasus-kasus korupsi kelas kakap yang tengah ditangani KPK.

"Hampir tiga kali dia ditabrak. Karenanya, Novel sering berganti pola keberangkatan. Kadang naik motor, kadang naik ojek sepeda motor. Terkadang naik taksi online dan sebagainya," tuturnya.


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats