Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 April 2017 14:53 WIB

Tjahjo Kumolo Minta Maaf Kisruh e-KTP Belum Tuntas

Bandung, HanTer - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta maaf kepada masyarakat akibat persoalan e-KTP. Permintaan maaf itu dia sampaikan saat mengakhiri sambutan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan  Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 di Hotel Intercontinental Dago Pakar Bandung, Kamis, (13/4/2017).

"Terakhir, saya sebagai Mendagri selama 2,5 tahun ini, saya mohon maaf, urusan selama saya menjabat 2,5 tahun belum tuntas-tuntas, yakni urusan e-KTP," kata Tjahjo di depan peserta musyawarah itu.

Selain itu, Tjahjo juga mengingatkan bahaya narkoba yang mengintai Indonesia. "Hampir setiap hari ada warga negara Indonesia yang meninggal akibat narkoba. Oleh karena semua pihak harus waspada terhadap narkoba," kata dia.

Ia juga menyinggung terorisme dan radikalisme. "Potensi ancaman bangsa hampir hadir setiap hari. Oleh karena itu, kita tentukan sikap siapa kawan dan lawan terhadap orang yang anti Pancasila, menetanang kebinekaan bangsa ini," kata dia dalam musyawarah yang juga dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur dan anggota DPR Popong Otje Djundjunan itu.
+++++++++++++++++++++
Ini Tampang Andi Lala, Tersangka Pembunuh Satu Keluarga yang Masih Buron
Polda Sumatera Utara baru menangkap dua pelaku pembunuhan keluarga Rianto di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, sedangkan tersangka utama Andi Lala masih dalam perburuan.

Menurut Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Rina Sari Ginting, kedua tersangka pembunuh yang sudah ditangkap adalah Roni yang merupakan eksekutor pembunuhan anak-anak Rianto; Syafa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11), sedangkan Kinara (5) selamat dan masih dirawat di rumah sakit.

Tersangka kedua adalah Andi Saputra (27) yang berperan sebagai penjaga di teras rumah korban untuk mengawasi orang-orang sekitar TKP.  Andi Saputra ditangkap tim Polda Sumut di Kecamatan Air Batu, Kabupaten Asahan, 12 April kemarin.

Bersama Andi Saputra, juga diamankan seorang warga bernama Irwansyah yang menemani Andi ke Air Batu, Asahan. "Dia (Irwansyah) masih diperiksa di Polda sebagai saksi," kata Rina Sari di Medan, Kamis, (13/4/2017).

Polisi masih memburuh Andi Lala yang menjadi tersangka utama dan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Lima orang ditemukan tewas di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Minggu pagi lalu. Kelimanya adalah Rianto (40) dan isterinya Riyani (35), dua anaknya Syafa Fadillah Hinaya (15) dan Gilang Laksono (11) dan mertuanya bernama Marni (60). Puteri bungsu korban bernama Kinara ditemukan dalam kritis dan dibawa untuk dirawat di RS Bhayangkara Medan.

Polisi telah memeriksa 12 orang yang dianggap mengetahui peristiwa itu.

Ketika menggeledah rumah Andi Lala di Jalan Pembangunan 2 Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deliserdang, polisi menemukan sejumlah barang bukti berupa barang milik korban yang tewas dalam perampokan itu, antara lain empat telepon genggam milil korban, laptop milik korban, dompet, tas sekolah dan kartu pembayaran SPP Yayasan Nurul Iman milik Syifa Fadillah Hinaya yang tewas, dan sepeda motor milik korban dengan nomor poliso BK 6308 AEL.

Sebelum digeledah, Andi Lala keburu kabur dengan mobil pick up bernomor polisi 1325 EZ yang ditemukan di salah satu SPBU di Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai.


(Anu)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats