Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 13 April 2017 16:27 WIB

Aneh, Tuntutan Ahok Ditunda, Kasus Rekan Bisnis Sandiaga Uno Jalan Terus

Jakarta, HanTer - Petugas Polda Metro Jaya membawa paksa Andreas Tjahjadi, rekan bisnis Sandiaga Uno yang menjadi terlapor dugaan penggelapan uang penjualan lahan tanah senilai Rp8 miliar.

"Intinya dua kali dipanggil tidak hadir, kita tadi malam (bawa paksa)," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombespol Argo Yuwono di Jakarta Kamis, (13/4/2017).

Argo menuturkan petugas mendapatkan informasi Andreas berada di bandara untuk kemudian membawa saksi dugaan penipuan dan penggelapan itu ke Polda Metro Jaya Kamis dini hari tadiu pukul 01.00 WIB.

Argo menyatakan Andreas masih berstatus saksi terlapor sehingga penyidik masih memeriksa intensif rekan bisnis Sandiaga itu.

Terkait status Sandiaga yang juga menjadi saksi terlapor, Argo mengungkapkan penyidik masih mengembangkan pemeriksaan saksi lain.

Sebelumnya, Edward Soeryadjaya memberi kuasa kepada Fransiska Kumalawati Susilo untuk melaporkan Sandiaga Uno dan rekan bisnisnya Andreas dan Sandiaga ke Polda Metro terkait kasus dugaan penggelapan penjualan sebidang tanah di Jalan Raya Curug, Tangerang, Banten.

Calon Wakil Gubernur DKI yang berpasangan dengan calon Gubernur DKI Anies Rasyid Baswedan itu memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada Jumat 31 April lalu.

Sandiaga membantah telah menggelapkan uang hasil penjualan lahan tanah itu dan mengaku lega telah diperiksa sebagai saksi yang menunjukkan tidak ada indikasi keterlibatan tindak pidana yang dituduhkan.

"Tidak ada kekhawatiran yang sempat menjadi perhatian publik," ujarnya dikutip Antara.

Sementara itu, terlapor Andreas menyatakan akan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya pada 17 April 2019 setelah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi.

Tuntutan Ahok Ditunda

Sebelumnya, sidang pembacaan tuntutan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditunda. Sebabnya, jaksa penuntut umum mengaku belum siap dengan surat tuntutan.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama karena menyebut dan mengaitkan Surat Al-Maidah 51 dengan Pilkada DKI. Penyebutan Surat Al-Maidah 51 ini disampaikan Ahok saat bertemu dengan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016.

Dalam dakwaan primer, Ahok didakwa dengan Pasal 156 a huruf a KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun. Sedangkan untuk dakwaan subsider, Ahok didakwa dengan Pasal 156 KUHP.


 

 


(Anu)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats