Di Publish Pada Tanggal : Minggu, 16 April 2017 18:59 WIB

Jerat Otak Pelaku Korupsi E-KTP, KPK Tambah Penyidik


Jakarta,  HanTer - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah berupaya untuk segera menambah penyidik. Apalagi saat ini penyidik senior KPK Novel Baswedan tengah dirawat akibat disiram air keras hingga menyebabkan luka di bagian dan kedua matanya.

Penambahan penyidik tersebut untuk mengungkap dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E-KTP).  

‎Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menegaskan, kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, tidak menyurutkan pihaknya untuk mengusut tuntas kasus korupsi E-KTP tahun anggaran 2011-2013. Saat ini pihaknya sedang mempercepat pengungkapan siapa saja yang terlibat dalam korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2.5 triliun tersebut.  


‎"Kami jalan dengan sprindik (surat perintah penyidikan) yang sama. Untuk percepatan, dimungkinkan penambahan penyidik karenakan kemarin seorang penyidik berhalangan," kata Febri di Jakarta, Minggu (16/4/2017).

Febri menuturkan, kasus E-KTP tidak hanya ditangani oleh satu satgas, tapi beberapa satgas.  Saat ini Novel yang sedang menjalani perawatan juga masih tetap menjabat salah kepala satuan tugas penyidik KPK. Saat ini KPK tengah mengintensifkan koordinasi internal untuk menyelesaikan tugas-tugasnya untuk memeriksa saksi-saksi dan tersangka kasus ini.

Apalagi dalam kasus E-KTP pada tahap penyidikan, ada dua tersangka. Pertama, dalam delik yang serupa dengan terdakwa Irman dan Sugiharto, yakni tersangka Direktur Utama PT Cahaya Wijaya Kusuma sekaligus Direktur PT Murakabi Sejahtera‎, Andi Agustinus alias Andi Narogong.

‎"Kedua, delik pemberian keterangan palsu‎ dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, yakni tersangka mantan anggota Komisi II DPR dan Banggar 2009-2014 yang kini anggota Komisi V dari Fraksi Partai Hanura, Miryam S Haryani," jelasnya.

Dalam kesempatan ini Febri juga menjelaskan, penyidik KPK memutuskan melakukan jadwal ulang pemeriksaan terhadap Miryam S Haryani. Hal ini setelah yang bersangkutan tidak bisa hadir memenuhi panggilan perdana sebagai tersangka karena ada kegiatan lain.

"Kami akan pertimbangkan jadwal ulang pemeriksaan atau tindakan lain dalam proses penyidikan. Kami pertimbangkan beberapa alternatif tindakan hukum dalam penyidikan," paparnya.

 


(safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats