Di Publish Pada Tanggal : Senin, 17 April 2017 11:35 WIB

Bongkar Kasus e-KTP, KPK Tambah Penyidik

Jakarta,  HanTer - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah berupaya untuk segera menambah penyidik. Apalagi saat ini penyidik senior KPK Novel Baswedan tengah dirawat akibat disiram air keras hingga menyebabkan luka di bagian dan kedua matanya. Penambahan penyidik tersebut untuk mengungkap dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E-KTP).  

‎Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menegaskan, kasus penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, tidak menyurutkan pihaknya untuk mengusut tuntas kasus korupsi E-KTP tahun anggaran 2011-2013. Saat ini pihaknya sedang mempercepat pengungkapan siapa saja yang terlibat dalam korupsi yang merugikan keuangan negara sebesar Rp2.5 triliun tersebut.  

"Kami jalan dengan sprindik (surat perintah penyidikan) yang sama. Untuk percepatan, dimungkinkan penambahan penyidik karena kan kemarin seorang penyidik berhalangan," kata Febri di Jakarta, Minggu (16/4/2017).

Ditanggung APBN

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menuturkan, biaya pengobatan penyidik senior KPK Novel Baswedan yang kini tengah dirawat di Rumah Sakit Singapura, ditanggung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).  

"Saya dan Pak Agus Rahardjo telah bertemu dengan pemerintah, Pak Wapres membicarakan biaya pengobatan Novel Baswedan dan Pak Wapres setuju bahwa seluruh pembiayaan pengobatan akan ditanggung negara," jelasnya.

Bahkan, kata Laode, Jusuf Kalla berpesan agar Novel Baswedan mendapat fasilitas terbaik di Singapura. Dan untuk ini Sekjen KPK sudah menindaklanjuti kesepakatan tersebut dengan bertemu pihak Kementerian Keuangan. Kondisinya terakhir Novel,  sambung Laode, kesehatannya telah membaik dari luka di bagian mata dan wajah. Sejak tiba di Singapura, dokter langsung melakukan beberapa diagnosa dan tindakan cepat.

"Baik untuk mata ataupun bagian kulit lain di wajah yang terkena air keras akibat indikasi luka bakar tersebut," papar Laode. 

Seperti diketehui Novel disiram air keras oleh dua orang tidak dikenal usai menunaikan sholat subuh di masjid dekat rumahnya, Selasa (11/4/2017) lalu. Akibat siraman air berbahaya tersebut wajah dan kedua mata Novel mengalami luka yang cukup serius.  Diduga penyerang tersebut adalah pihak-pihak yang tidak suka terhadap Novel dalam pengungkapan korupsi.

 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats