Di Publish Pada Tanggal : Senin, 17 April 2017 22:43 WIB

Pansus RUU Pemilu Bakal Pangkas Rekapitulasi Suara

Jakarta, HanTer - Rentannya jual beli suara saat proses rekapitulasi suara baik pemilihan kepala daerah atau pun pemilu legislatif dan pilpres beberapa waktu lalu menjadi isu krusial yang kini dibahas di dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu 2019. Panitia Khusus (Pansus) RUU Pemilu berencana untuk memperpendek jalur perhitungan rekapitulasi agar proses pemilu bisa berlangsung demokratis.

"Yang biasanya perhitungan dilakukan dari tingkatan  kelurahan, kecamatan, KPU daerah/kabupaten, KPU Propinsi dan Pusat, kini di tahapan itu muncul opsi untuk disederhanakan," kata Wakil Ketua Pansus RUU Pemilu, Yandri Susanto di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Yandri mengungkapkan, pemangkasan yang dimaksud adalah tidak lagi melalui kelurahan dan kecamatan. Melainkan sehabis perhitungan di tempat pemungutan suara (TPS) langsung ke KPU Kabupaten/Kota hingga KPU Pusat. Karena dengan metode berjenjang tersebut akan banyak suara yang hilang sehingga bisa merugikan kontestan.

"Makanya dimunculkan opsi rekapitulasi bukan dari PPS (Panitia Pemungutan Suara), tapi dari KPU kabupaten atau kota," jelasnya.

Namun, ujar Yandri, ada dampak positif dan negatif dari kedua opsi tersebut. Bila menggunakan opsi pertama, konsentrasi masa saat pemungutan suara akan menyebar sehingga meminimalisasi potensi konflik dari pihak yang kalah. Namun demikian, pada opsi pertama akan banyak terjadi praktek pencurian suara.

Sedangkan pada opsi kedua, mampu meminimalisasi praktek pencurian suara. Meski berujung konsentrasi massa akan terkumpul pada satu titik saat proses rekapitulasi suara, yakni di KPU kabupaten atau kota sehingga akan meningkatkan potensi konflik yang muncul dari pihak yang kalah.
 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats