Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 18 April 2017 11:07 WIB

Siapa 6 Anggota DPR yang Tekan Ketua "Gadis Ahok" di Korupsi e-KTP

Jakarta, HanTer  - Pengacara kondang Elza Syarief kembali menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasam Korupsi (KPK). Kali ini Elza diperiksa terkait pemberian keterangan palsu oleh mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani saat bersaksi dalam persidangan kasus korupsi E-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Kala itu Miryam yang merupakan Ketua Gadis Ahok juga mencabut BAP (Berita Acara Pemeriksaan).

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, dipanggilnya kembali Elza Syarief karena pihaknya ingin mendalami keterangan soal orang yang ditemui Miryam sebelum memberikan keterangan di persidangan E-KTP.  KPK ingin mengetahui  siapa yang menekan atau pihak lain yang mencoba mempengaruhi kesaksian Miryam dalam persidangan kasus E-KTP.

"Informasi terkait dengan apa yang disampaikan, siapa yang menekan atau pihak lain yang mencoba mempengaruhi kesaksian Miryam saat itu, serta informasi lain yang relevan," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin (17/4/2017).

Febri menuturkan, dalam kesaksiannya di persidangan Miryam mengaku mendapatkan tekanan dari penyidik KPK sehingga mencabut BAP. Sementara berdasarkan keterangan penyidik senior KPK Novel Baswedan, orang yang menekan Miryam adalah enam anggota DPR.

Hal tersebut berdasarkan keterangan Miryam sebelum penyidikan. Sehingga pihaknya ingin mengetahui kebenaran dua informasi tersebut.  "Sebab itulah kami ingin mengungkap lebih dalam lagi terkait siapa sebenarnya yang melakukan pengancaman tersebut," jelas Febri.

Sementara itu Elza mengakui dalam pemeriksaan kali ini akan ditanya seputar dugaan tekanan yang dialami Miryam hingga Miryam mencabut BAP. Apalagi Miryam juga  memberikan kesaksian yang akhirnya dinilai pembohongan. Namun saat ditanya siapa oknum penekan yang dimaksud, Elza enggan merincinya. Alasannya hal tersebut sudah masuk materi projustia atau hukum.

Sementara itu Farhat Abas, pengacara Elza mengatakan, kliennya akan ditanya penyidik soal nama-nama yang diduga mempengaruhi Miryam hingga mencabut seluruh isi BAP miliknya. Padahal sebelumnya kepada penyidik KPK, Miryam membeberkan dan membongkar dugaan keterlibatan anggota DPR di kasus korupsi E-KTP.

"Pokoknya dalam pemeriksaan lalu, Ibu Elza ini diperiksa (penyidik), yang dikejar itu termasuk petinggi juga inisial SN dan RA, orang yang dianggap mengatur, yang merupakan petinggi partai juga bekerja sebagai asisten," katanya.

Farhat menekankan kedua orang berinisial SN dan RA lah yang diduga KPK, ada dibalik pengacara muda Anton Taufik. Namun untuk lebih lengkap Farhat tidak berani menyebutkan nama.  

Seperti yang diketahui nama pengacara muda Anton Taufik muncul dalam persidangan dua terdakwa E-KTP, Irman dan Sugiharto. Anton Taufik sempat menemui Miryam di kantor Elza Syarif‎ sebelum Miryam bersaksi di persidangan Tipikor, Jakarta Pusat.

Buntut dari pertemuan itu, Miryam lalu mencabut seluruh isi BAP miliknya dan mengaku ditekan oleh penyidik KPK. Hingga akhirnya hakim melakukan konfrontir dengan memanggil tiga penyidik KPK. Hingga akhirnya, KPK menetapkan Miryam sebagai tersangka memberikan keterangan tidak benar di persidangan korupsi E-KTP.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats