Di Publish Pada Tanggal : Selasa, 18 April 2017 11:18 WIB
Jadi Beban Pemerintahan Jokowi

Tepat, Darmin dan SMI Dilengserkan

Jakarta, HanTer - Menko Perekonomian Darmin Nasution dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati (SMI) disebut-sebut bakal dilengserkan dari Kabinet Kerja. Alasannya, Darmin dan SMI dianggap gagal memperbaiki kondisi ekonomi nasional, dan juga tak mampu melaksanakan program-program Nawa Cita Presiden Jokowi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi 5,7-6 persen.

“Kinerja Darmin dan SMI selama ini masih jauh dari harapan Presiden Jokowi. Darmin dan SMI juga tak mampu melaksanakan program Nawa Cita di tataran praktis, gagal dalam memenuhi target pemotongan anggaran demi efisiensi,” kata pengamat ekonomi Zulfikar Basyori di Jakarta, Senin (17/4/2017).

Zulfikar mengemukakan, sudah tepat kalau keduanya dilengserkan dari kabinet. Kalau keduanya tetap di kabinet tentu akan menjadi beban pemerintahan Jokowi. Program pemulihan ekonomi yang dilakukan kedua menteri kerap tidak nyambung dengan yang diinginkan Presiden.

“Darmin dan SMI sejak di kabinet tidak melaksanakan program-propgram Trisakti dan Nawa Cita yang dicanangkan Jokowi sejak dia dilantik menjadi Presiden. Saya kira Presiden sudah tahu kalau Darmin dan SMI tidak sejalan dengan dirinya, terutama dalam pemulihan ekonomi bernafaskan Trisakti,” papar Zulfikar.

Tak Sejalan

Sebelumnya pengamat politik luar negeri dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Teguh Santosa mengatakan, Sri akan menjadi beban pemerintahan Jokowi. Ada sejumlah kebijakan kunci SMI yang tidak sejalan dengan pandangan-pandangan Jokowi dalam hal pemulihan ekonomi nasional.

"Kalau dia tetap di dalam negeri, kasihan dia, kasihan Jokowi. Pikiran dan program kedua orang ini sering enggak nyambung. Yang akhirnya kasihan rakyat," tegas Teguh.

Teguh mencontohkan, beberapa kebijakan SMI yang tidak nyambung dengan pandangan Jokowi, antara lain soal pemotongan anggaran demi efisiensi. Padahal disisi lain, program infrastruktur Jokowi membutuhkan dana besar. Program tax amnesty ala SMI pun tak bisa berkutik untuk memperbaiki defisit anggaran. Belum lagi, SMI terlihat ragu-ragu menetapkan target pertumbuhan ekonomi 2017.

Tepat Jadi Dubes

Teguh mengemukakan, Sri punya peluang untuk ditempatkan sebagai Dubes di Washington DC. Menurutnya, Indonesia sedang membutuhkan sosok yang memiliki jaringan kuat di AS, dan SMI dengan semua pengalaman yang dimilikinya memenuhi syarat tersebut.

"Indonesia perlu Dubes di AS sekaliber Sri Mulyani. Zaman sedang edan di bawah Trump (Presiden AS). Orang yang punya jaringan kuat di AS bisa mengamankan kepentingan Indonesia," kata Teguh, Sabtu (15/4).

Sementara itu, pengamat politik Hendri Satrio sosok sekaliber Sri Mulyani masih harus dimanfaatkan oleh Presiden Jokowi, namun tempatnya bukan di jajaran Kabinet Kerja. "SMI lebih bagus ditugaskan khusus oleh presiden untuk jadi duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat," kata Hendri.

Menurutnya, kalau SMI jadi dubes untuk AS, keuangan Indonesia justru semakin kuat dengan makin meningkat. Dan makin kuatnya hubungan kerja sama internasional antara Indonesia dan AS.


 


(Harian Terbit/Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats