Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 20 April 2017 11:36 WIB

Muslim Ayub: Jangan Lupakan Kasus Penistaan Agama dengan Terdakwa Ahok

Jakarta, HanTer - Kemenangan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan - Sandiaga Uno, yang dipastikan bakal menduduki Balaikota harus disikapi secara bijak dan tidak melupakan kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Anggota DPR RI Komisi III, Muslim Ayub menegaskan sedari awal tetap berkomitmen agar proses hukum kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok harus terus berjalan dan diawasi.

"Sedari awal kami sudah berkomitmen, kalah atau menangnya Ahok itu kasus penistaan agama dengan terdakwa Ahok, harus terus berjalan dan diawasi," ujar Muslim kepada Harian Terbit di Jakarta, Rabu (19/4/2017).

Muslim menerangkan secara umum sudah diketahui, majelis hakim sudah menunda sidang penuntutan.

"Jadi jangan sampai ditunda lagi, nantinya kalau sudah dituntut kan menteri dalam negeri harus mencopot Ahok dari jabatan gubernur yang sejak lama sudah jadi terdakwa," pungkas Muslim.

Seperti diketahui sebelumnya sidang ke 18 dengan agenda tuntutan terhadap Ahok terpaksa ditunda lantaran ada hal yang masih kurang lengkap.

Jaksa penuntut Ali Mukartono mengaku belum siap dengan tuntutan terkait sidang terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dan meminta penundaan selama dua pekan.

"Kami sudah berusaha menyusun berkas tuntutan, namun sampai tadi malam belum berhasil diselesaikan, karenanya kami meminta waktu selama dua pekan," ujar Ali di ruang sidang, Selasa (11/4/2017).

Ali beralasan, berkas tuntutan belum selesai diketik sehingga hakim pun bertanya. "Tim jaksa ini kan anggotanya banyak, kenapa bisa belum siap?" cecar ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto, lantas berkomunikasi dengan hakim lainnya. Sejenak kemudian mengabulkan permintaan penundaan dan sidang penuntutan tersebut diagendakan pada tanggal 20 April 2017.

Hal ini memicu kegaduhan di dalam ruang sidang, dari pantauan Harian Terbit nampak seseorang yang mengenakan peci langsung berteriak-teriak melampiaskan amarahnya.

"Tidak ada keadilan, kita semua dibohongi! Tidak ada keadilan," teriaknya, hingga akhirnya orang tersebut diamankan polisi yang berjaga di dalam ruang sidang.
 


(Danial)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats