Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 20 April 2017 11:45 WIB

CBA Cium Proyek Revitalisasi BLK Kemenaker Lahan Subur Korupsi

Jakarta, HanTer - Center for Budget Analysis (CBA) mencium aroma korupsi di Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal pembinaan dan produktivitas (Ditjen Binalattas) terkait pembangunan BLKI Sidoarjo tahun 2016. Balai latihan kerja berskala Internasional tersebut berlokasi di Desa Janti Kecamatan Tulangan Kabupaten Sidoarjo.

Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman mengatakan, pembangunan BLKI Sidoarjo dilaksanakan antara bulan Agustus sampai dengan Desember 2016. Untuk proyek tersebut Kemenaker menyiapkan anggaran sebesar Rp6,599,829,000  

"Terkait proyek revitalisasi BLK yang gencar dilakukan Kemenaker masih rawan akan tindakan penyelewengan. Begitu juga dengan pembangunan BLKI Sidoarjo," ujar Jajang di Jakarta, Kamis (20/4/2017).

Menurut Jajang, perusahaan yang dimenangkan Kemenaker untuk menjalankan proyek tersebut adalah PT. Wijaya Perdana yang beralamat di Jl. Fatmawati No. 1B Lantai 3 Jakarta Selatan DKI Jakarta. Anggaran yang dihabiskan untuk menjalankan proyek tersebut sebesar Rp6,401,728,000.

Yang menjadi persoalan, sambung Jajang, ada tiga perusahaan lainnya sebenarnya yang mencoba melakukan penawaran lebih murah kepada Kemenaker. Namun masih dengan lagu lama ketiga perusahaan tersebut ujung-ujungnya digugurkan dan uang sebesar Rp751,917,000 lagi-lagi menguap.

"Jadi, wacana Hanif Dhakiri agar kementerian yang dikomandoinya di tahun 2017 bisa mendapatkan limpahan anggaran untuk pendidikan vokasi sebesar Rp20 triliun sangatlah mengada-ada. Jangankan Rp20 triliun, anggaran senilai Rp1,4 triliun saja untuk revitalisasi BLK masih banyak yang bocor," paparnya.

Dengan adanya aroma korupsi tersebut, ujar Jajang, maka pihaknya mendorong KPK atau Kejaksaan sebagai pihak berwenang untuk segera menindaklanjuti temuan di atas. Pihak Kemenaker mulai dari Pokja panitia lelang, Ditjen Binalattas, dan jangan lupa Hanif Dhaqiri juga dipanggil untuk dimintai keterangan.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats