Di Publish Pada Tanggal : Kamis, 20 April 2017 11:48 WIB

Presiden Jokowi Bakal Hadiri Dharmasanti Nasional

Jakarta, HanTer - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan menghadiri pelaksanaan Dharmasanti (silaturahmi) Nasional hari Raya Nyepi tahun Saka 1939 yang akan digelar di GOR Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Sabtu (22/4/2017) besok. Kehadiran Presiden dan stakeholders lainnya diharapkan umat Hindu dalam menguatkan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ketua Umum Panitia Nasional Perayaan Nyepi Saka 1939 tahun 2017, Irjen Pol  Drs. I Ketut Untung Yoga mengatakan, Dharmasanti Nasional esensinya sebagai momentum silaturahmi antar umat Hindu dan antar umat beragama. Dharmasanti akan dihadiri 3.000 umat Hindu dan  sambutan akan Presiden Joko Widodo dan dharma wacana rohani oleh Prof.Dr. Ida Bagus Yudha Triguna.
 
"Kehadiran Presiden dan Ibu Iriana Joko Widodo serta undangan lainnya akan disambut dengan tarian Sri Kamelawi dan hiburan kesenian dalam bentuk oratorium dalam lakon "Mulat Sarira" (Introspeksi diri) pimpinan sanggar I Gusti Ngurah Kompiang  Raka," kata I Ketut Untung Yoga dalam keterangan tertulisnya yang diterima Harian Terbit, Kamis (20/4/2017).
 
Untung Yoga menuturkan, hakekatnya Nyepi adalah rangkaian upacara dalam rangka peringatan menjelang datangnya Tahun Baru Saka bagi umat Hindu. Peringatan Tahun Baru membawa konsekuensi logis dilaksanakannya evaluasi kehidupan, terhadap kehidupan tahun yang lalu, sehingga jelas tergambar potret kehidupan di tahun yang telah lewat. Kejelasan gambaran hidup tersebut, memungkinkan untuk dicanangkan program/resolusi untuk kehidupan tahun yang akan datang ke arah yang lebih baik, lebih positif dan lebih kondusif, damai dan sejahtera. 
 
"Inilah satu bukti masyarakat Hindu menerapkan manajemen hidup yang sesungguhnya tidak jauh dari ilmu pengetahuan tentang manajemen kehidupan manusia yang dikembangkan saat ini," jelasnya. 
 
Dalam rangka evaluasi itulah, sambung Untung Yoga , umat Hindu memerlukan suasana hening, sepi, dan tenang untuk melakukan renungan/kilas balik/introspeksi/retrospeksi terhadap kehidupan yang telah dilewati. Ibarat melihat bayangan bulan di tempayan yang berisi air atau pun di laut maka di dalam air yang tenang akan menemukan sejatinya bayangan bulan tersebut secara utuh dan sesungguhnya, sebagaimana yang diarahkan oleh pustaka suci Kakawin “Arjuna Wiwaha”.
 
"Hanya dalam kejernihan pikiran, kita akan mampu melihat Tuhan. Kejernihan pikiran itu dapat dicapai melalui Yoga," jelasnya.
 
Lebih lanjut Untung Yoga mengatakan, seorang pendaki spiritual sejati akan selalu rindu akan puncak keheningan. Ketika berada pada puncak keheningan/sunya tersebut maka seseorang akan dapat merasakan kedamaian/keindahan/spiritualitas/ketuhanan yang sukar dilukiskan dengan pengalaman indrawi. Karena secara filosofis intisari dari tujuan Nyepi adalah mengetahui profile kehidupan di tahun yang sudah lewat.
 
"Setelah mengetahui bagaimana profile kehidupan kita di masa lalu, kita bisa membuat target kehidupan/resolusi kehidupan kedepannya guna mencapai kualitas kehidupan yang lebih baik sesuai amanat kehidupan sebagai manusia sebagaimana disuratkan dalam ajaran Sarasamuccaya," pungkasnya.


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats