Di Publish Pada Tanggal : Jumat, 21 April 2017 11:37 WIB

Sidang e-KTP: Adik Gamawan Fauzi Turut Berperan

Jakarta, HanTer - Sidang pemeriksaan kasus dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (E- KTP) mengungkapkan peran serta Azmin Aulia, adik mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi. Aulia disebut ingin ikut pengadaan proyek E - KTP tapi dibuat agar tidak mencolok berperan di proyek yang merugikan keuangan negara Rp2,5 triliun tersebut.

Hal ini diakui saksi Johanes Richard Tanjaya, Direktur PT Java Trade Utama.Johanes dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan mantan Direktur Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) pada Dukcapil Kemendagri Sugiharto.

Johanes mengaku pernah mendengar soal adik Gamawan yang ingin ikut pengadaan E-KTP tapi dibuat agar tidak mencolok. "Saya dapat info adiknya yang di Australia mau (ikut), saya tidak tahu itu yang kerja sama sama Pak Paulus yang menyediakan yang miliaran itu," kata Johanes di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (20/4/2017).

"Apakah Paulus Tanos mengaku dia dekat dengan menteri?" tanya jaksa Abdul Basir. Johanes pun langsung mengiyakan bahwa Paulus kerabat dekat dengan Gamawan. "Iya," jawab Johanes.

Gamawan Fauzi

Dalam dakwaan Irman dan Sugiharto disebutkan untuk memperlancar proses penetapan pemenang lelang, pada pertengahan Juni 2011, Andi Narogong kembali memberikan uang kepada Gamawan Fauzi melalui saudaranya yaitu Azmin Aulia sejumlah 2,5 juta dolar AS.

Dari pemberian uang tersebut maka pada 21 Juni 2011, Gamawan berdasarkan nota dinas ketua panitia pengadaan menetapkan konsorsium PNRI sebagai pemenang lelang dengan harga penawaran Rp5,84 triliun.

Hingga saat ini KPK baru menetapkan empat tersangka dalam korupsi E-KTP yang merugikan keuangan negara Rp2,5 triliun ini. Mereka masing-masing eks Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri Irman, bekas Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Sugiharto, pengusaha Andi Narogong dan mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani.  Saat ini Irman dan Sugiharto tengah menjalani persidangan. Sementara Andi dan Miryam masih menjalani pemeriksaan di KPK.
 


(Safari)



Redaksi menerima kiriman berita/video/foto amatir melalui email terbitonline[at]gmail.com , disertai dengan biodata lengkap. Kiriman Berita/video/foto akan melalui proses moderasi.

Redaksi : terbitonline[at]gmail.com
Iklan : terbitiklan[at]gmail.com atau iklanterbit[at]yahoo.com

comments powered by Disqus

Google News - harianterbit.com
free web stats